Masa Depan “Impact Investment” di Indonesia

Ada berapa banyak startup dan investor di Indonesia yang memakai pendekatan lingkungan, sosial, dan governance (ESG) atau investasi berdampak (impact investment) dalam menjalankan bisnisnya? Jawabannya tentu belum banyak. Ada banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. Meskipun demikian, belakangan ini keberadaan entitas ekonomi digital yang memerhatikan aspek itu mulai bermunculan.

Tentu keadaan di Indonesia belum sejauh negara-negara maju yang sudah memiliki regulasi yang “memaksa” lebih banyak pemain membuat investasi berdampak. Selain ekosistem digital di sini yang masih tahap awal, ada sejumlah faktor yang membuat investasi berdampak masih terbatas.

Piotr Jakubowski mendirikan “nafas” dengan fokus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya udara bersih. Nafas memungkinkan individu atau perusahaan untuk berpartisipasi sebagai sponsor dalam menyediakan sensor kualitas udara. Yang menjadi tantangan, kata Piotr, seringkali inisiatif dampak lingkungan seperti yang ia bangun melalui nafas dikaitkan dengan program amal atau CSR perusahaan. 

Sumber: Dailysocial.id
Penulis: Bintoro Agung