Laporan Pemetaan Value Chain Tenun / Tenunan Tradisional Lombok di Nusa Tenggara Barat

Dengan meningkatnya konsumsi dan prospek wisata yang terus meningkat, terutama jika Lombok Tengah akan menjadi tuan rumah balapan MotoGP pada tahun 2021, Lombok memiliki kesempatan untuk menyiapkan produk-produk terkait pariwisata di
wilayahnya. Ekowisata dan kegiatan ekowisata akan ditetapkan sebagai efek riak dari pariwisata massal yang dikembangkan oleh keberadaan ras MotoGP. Ekowisata itu sendiri adalah bentuk pariwisata berbasis sumber daya alam berkelanjutan yang
berfokus terutama pada pengalaman dan pembelajaran tentang alam, dan yang dikelola secara etis untuk dikelola secara berkelanjutan, berdampak rendah, tidak konsumtif, dan berorientasi lokal (dalam hal kontrol , manfaat, dan skala). Ini biasanya terjadi di daerah alami dan harus berkontribusi pada konservasi atau pelestarian daerah tersebut.


Sebagai salah satu produk kerajinan tradisional yang dibuat oleh penduduk setempat di Sukarara dan Pringgasela Selatan selama lebih dari dua generasi, tenun Lombok memiliki peluang untuk melengkapi kegiatan pariwisata sebagai oleh-oleh wisata, serta menjadi komoditas perdagangan industri rumah tangga; yang beresonansi dengan keramahan ekologis. Laporan ini akan mengeksplorasi Value Chain tenun Lombok yang mengarah pada kemungkinan intervensi praktis untuk menggunakan tenun sebagai alat untuk membantu penenun, yang semuanya adalah perempuan, meningkatkan kesejahteraan finansial mereka; serta untuk terhubung dengan prinsip-prinsip ekowisata yang disebutkan di atas.