IMPACT INVESTING: CARA BARU UNTUK MELAKUKAN INVESTASI

Sebelum terjadinya pandemi COVID-19, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia menurut besaran Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 5,05%. Pada tahun 2020, menurut Bank Dunia, bahwa sejak Juli 2019 Indonesia telah naik kelas menjadi negara berpenghasilan menengah atas berdasarkan peningkatan Penghasilan Nasional Bruto (PNB). Bergabungnya Indonesia dalam G20, atau kelompok negara dengan ekonomi terbesar di dunia juga telah membuktikan prestasi yang telah dibuat negara ini dalam bidang ekonomi.

Di sisi lain, laju perekonomian yang pesat tersebut membawa efek samping kepada lingkungan sekitar. Sebagai akibatnya, Indonesia kerap kali berhadapan dengan permasalahan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan akibat pembukaan lahan untuk perluasan perkebunan kelapa sawit yang sangat besar terjadi di Kalimantan dan Sumatera, pencemaran air karena buruknya pengolahan limbah pabrik, penurunan kualitas udara yang terjadi di kota-kota besar akibat polusi kendaraan bermotor, serta jumlah sampah yang setiap tahun meningkat.

Pemerintah sebetulnya sudah menetapkan beberapa peraturan, baik itu yang bersifat preventif ataupun represif untuk menanggulangi dampak-dampak lingkungan yang muncul akibat pesatnya laju ekonomi. Namun, pada kondisi aslinya di lapangan, hal-hal tersebut belum dapat diterapkan dengan baik.

Sumber: Madani
Penulis: Karina Dwita Shafira